
22.14

Unknown
Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI
BPUPKI dan PPKI adalah dua organisasi yang di bentuk untuk
memberikan kemudahan dalam mempersiapkan akses yang mudah dalam
membentuk dasar negara. Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI di mulai
dengan banyaknya janji yang di berikan oleh Jepang, kemudian rakyat
Indoneisa mendesak untuk memberikan kemerdekaanya kapada Indonesia.
Dengan adanya kondisi ini kemudian Jepang membuat BPUPKI atau badan
penyelidik uasaha- usaja persiapakn kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya
organisasi ini kemudian di lakukan banyak sidang atau rapat untuk
membicarakan dasar negara. 29 mei- 1 juni 1945 adalah sidang pertama
yang kemudian melahirkan dasar negara yang di sarankan oleh Muhammad
Yamin.
Dengan banyaknya saran yang di berikan oleh Soekarno, kemudian pada 1
juni 1945 anggota dari BPUPKI kemudian membentuk panitia kecil untuk
membuat beragam usul yang di berikan dapat di terima. 20 juni 1945
panitia kecil tersebut beranggotakan:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K. H. Wachid Haslim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Kemudian dengan adanya pertemuan atau sidang kedua BPUPKI tangaah 10- 16
juli 1945 kemudian merumuskan akan rancangan humu dasar. Dengan
kondisini kemudian pada 9 agustus 1945 di bentuklah lagi satu organisasi
yaitu PPKI ataua panitia persiapan kemerdekaan Indonesia. Dengan di
bentuknya PPKI kemudian tanggam 15 agustus 1945, Jepang menyerah tanpa
syarat.
Dengan kondisi ini tentunya sangat di manfaatkan oleh rakyat Indonesia.
Sehingga pada 17 agustus 1945 di lakukan proklamasi kemerdekaan. Dengan
Indonesia yang telah merdeka kemudian pada 18 agustus di adakan sidang
PPKI dengan mengesahkan rancangan hukum dasar dengan pembukannya dan
memiliki presiden dan wakilnya. Dengan Indonesia yang merdeka, kemudian
terdapat pembukaan dengan proses yang panjang.
Dengan di bentuknya Pancasila dan UUD, kemudian rakyat yang ada di
Indonesia Timur megusulkan untuk menggantik alinea ke empat di Pancasila
yang berbunyi “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam
bagi pemeluk- pemeluknya” dengan kondisi ini kemudian rakyat yang ada di
Indonesia Timur akan memilih untuk memisahkan diri jika alinea tersebut
tidak di ganti. Kemudian dengan usul dari Muh. Hatta dengan anggota
Islam lainnya mengganti alinea tersebut di sidang pleno PPKI. Dengan di
lakukannya upaya pedekatan untuk membuat NKRI kemudian tokoh- tokoh
Islam kemudian rela untuk mengganti alinea tersebut dengan menggantinya
sebagai “ketuhanan yang maha esa”.
Dengan adanya perjuangan dan Sejarah Pembentukan BPUPKI dan PPKI ini
membuat NKRI kini dapat bersatu dan menjadi negara yang besar. Untuk
itulah, dengan perjuangan yang di lakukan para pahlawan sebaiknya
generai muda untuk menjaga dan melestarikanya agar abadi.
0 komentar :
Posting Komentar