Home » legenda » misteri » mistis » mitos » pesugihan » Mitos Gunung
Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
evolusi metafisik
Add Comment
legenda, misteri, mistis, mitos, pesugihan
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Infometafisik.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang
dikenal angker di Indonesia. Tidak sedikit mitos yang beredar di
masyarakat setempat tentang keangkeran Gunung yang satu ini. Gunung yang
mempunyai ketinggian 3428 mdpl merupakan gunung tertinggi ke dua di
Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Gunung Slamet memiliki medan pendakian yang cukup berat untuk dilalui.
Ketika ingin menuju puncak, para pendaki dapat melewati beberapa jalur
pendakian, antara lain adalah Jalur Baturaden, Jalur Bambangan, Jalur
Dukuhliwung dan Jalur Guci.
Gunung Slamet juga merupakan gunung berapi yang masih aktif. Pada
puncaknya terdapat kawah yang sangat luas dan besar. Segara Wedi(Dalam
bahasa jawa: Samudera/lautan pasir) itulah nama kawah tersebut. Pada
pinggiran kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih
aktif.
Puncak Surono
Gunung Slamet acapkali di cap sebagai salah satu gunung paling angker
oleh para pendakinya. Tidak sedikit mitos mengerikan yang berhubungan
dengan gunung yang satu ini.
Pucan Surono merupakan puncak tertinggi Gunung Slamet. Dari penuturan
warga sekitar, katanya dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama
Surono, dan pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena
terpeleset masuk ke jurang disana.
Guna menghormati serta mengenang kepergiannya, lalu namanya dijadikan
nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono(sesuai nama
pendaki itu). Ketika kita mendaki kesana, pada puncak Surono terdapat
sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.
Kerajaan Ghaib
Dari beberapa jalur pendakian, jalur Bambangan adalah jalur pendakian
Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki gunung. Karena
jalur pendakian Bambangan merupakan jalur yang paling singkat/pendek
dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
Saat kita mendaki gunung slamet dari jalur Bambangan maka kita akan
melewati sebuah tempat yang sangat sakral dan terkenal mistis. Dipercaya
bahwa tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan gaib di Gunung
Slamet. Pada tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang nampak seperti
pintu yang sangat besar.
Sesudah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Mitos yang
beredar, diyakini bahwa tempat ini adalah yang paling angker sepanjang
jalur pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 buah
kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.
Untuk para pendaki, sebaiknya jangan mendirikan tenda di tempat ini
karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib saat
bermalam di daerah Samarantu tersebut.
Makhluk Kerdil
Selain jalur Bambangan, beberapa mitos yang beredar di jalur pendakian
Guci pun tidak kalah seramnya. Kabar yang beredar di sekitar pelawangan
Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil(makhluk
kecil). Konon katanya mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Ia tersesat ketika mendaki gunung Slamet dan tak bisa kembali ke bawah.
Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya binatang
pemakan daun. Lalu seiring berjalannya waktu makhluk tersebut kehilangan
jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara
hewan/binatang.
Makhluk kecil ini ketakutan jika bertemu dengan pendak yang kebetulan
lewati. Tak jarang ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar
plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk
kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum
pendaki menyadarinya
Pada wilayah ini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air
yang bisa dikonsumi. Ketika kita ingin mengeluarkan air tersebut kita
perlu membawa menyan(kemenyan) kemudian dibakar dan diiringi dengan
mantra-mantra tertentu.
Para pencari pesugihan juga sering mendatangi Gunung slamet. Terdapat
beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya dapat mendatangkan
berkah bagi para pengunjungnya
Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Kota Slawi, populer sebagai
objek wisata sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat
olah kanuragan dan olah batin. Dan airnya berkhasiat menyembuhkan
berbagai macam sakit kulit.
Malahan sangat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum
hawa. Hanya dengan berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda.
Oleh karenanya jangan heran bila lebih banyak pengunjung wanita
ketimbang pria.
Namun Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat
mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon dibalik gemuruhnya air
terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama
Naga Cerek.
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Walau royal memberi pesugihan bagi para peminta, namun permintaan Naga
Cerek terhitung sangat berat. Karena dia minta tumbal nyawa salah satu
anggota keluarga peminta berkah. Bisa saja dengan nyawa orang lain,
namun kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.
Juru kunci yang menjaga disana, dapat menyampaikan permintaan itu kepada
Naga Cerek dengan ritual-ritual tertentu. Dan itu pun harus dilakukan
malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Adapaun uba rampe yang harus
dipersiapkan diantaranya adalah, kembang(bunga-bungaan), kemenyan,
minyak wangi, dan tumpeng.
Ketika semuanya sudah tersedia, maka ritual bisa langsung digelar.
Kedatangan Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe
berbuih atau muncul gelembung-gelembung kecil. Lagian si juru kunci haus
sampai mengalami trance. Sesudah itu, peminta pesugihan dipersilakan
mandi air terjun Guci.
Tidak sedikit pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu yang
datang, bisa laki-laki maupun perempuan. Setelah ritual usai dijalani,
kemudian dilakukan kenduri sekadarnya.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Home » legenda » misteri » mistis » mitos » pesugihan » Mitos Gunung
Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
evolusi metafisik
Add Comment
legenda, misteri, mistis, mitos, pesugihan
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Infometafisik.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang
dikenal angker di Indonesia. Tidak sedikit mitos yang beredar di
masyarakat setempat tentang keangkeran Gunung yang satu ini. Gunung yang
mempunyai ketinggian 3428 mdpl merupakan gunung tertinggi ke dua di
Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Gunung Slamet memiliki medan pendakian yang cukup berat untuk dilalui.
Ketika ingin menuju puncak, para pendaki dapat melewati beberapa jalur
pendakian, antara lain adalah Jalur Baturaden, Jalur Bambangan, Jalur
Dukuhliwung dan Jalur Guci.
Gunung Slamet juga merupakan gunung berapi yang masih aktif. Pada
puncaknya terdapat kawah yang sangat luas dan besar. Segara Wedi(Dalam
bahasa jawa: Samudera/lautan pasir) itulah nama kawah tersebut. Pada
pinggiran kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih
aktif.
Puncak Surono
Gunung Slamet acapkali di cap sebagai salah satu gunung paling angker
oleh para pendakinya. Tidak sedikit mitos mengerikan yang berhubungan
dengan gunung yang satu ini.
Pucan Surono merupakan puncak tertinggi Gunung Slamet. Dari penuturan
warga sekitar, katanya dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama
Surono, dan pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena
terpeleset masuk ke jurang disana.
Guna menghormati serta mengenang kepergiannya, lalu namanya dijadikan
nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono(sesuai nama
pendaki itu). Ketika kita mendaki kesana, pada puncak Surono terdapat
sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.
Kerajaan Ghaib
Dari beberapa jalur pendakian, jalur Bambangan adalah jalur pendakian
Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki gunung. Karena
jalur pendakian Bambangan merupakan jalur yang paling singkat/pendek
dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
Saat kita mendaki gunung slamet dari jalur Bambangan maka kita akan
melewati sebuah tempat yang sangat sakral dan terkenal mistis. Dipercaya
bahwa tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan gaib di Gunung
Slamet. Pada tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang nampak seperti
pintu yang sangat besar.
Sesudah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Mitos yang
beredar, diyakini bahwa tempat ini adalah yang paling angker sepanjang
jalur pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 buah
kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.
Untuk para pendaki, sebaiknya jangan mendirikan tenda di tempat ini
karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib saat
bermalam di daerah Samarantu tersebut.
Makhluk Kerdil
Selain jalur Bambangan, beberapa mitos yang beredar di jalur pendakian
Guci pun tidak kalah seramnya. Kabar yang beredar di sekitar pelawangan
Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil(makhluk
kecil). Konon katanya mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Ia tersesat ketika mendaki gunung Slamet dan tak bisa kembali ke bawah.
Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya binatang
pemakan daun. Lalu seiring berjalannya waktu makhluk tersebut kehilangan
jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara
hewan/binatang.
Makhluk kecil ini ketakutan jika bertemu dengan pendak yang kebetulan
lewati. Tak jarang ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar
plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk
kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum
pendaki menyadarinya
Pada wilayah ini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air
yang bisa dikonsumi. Ketika kita ingin mengeluarkan air tersebut kita
perlu membawa menyan(kemenyan) kemudian dibakar dan diiringi dengan
mantra-mantra tertentu.
Para pencari pesugihan juga sering mendatangi Gunung slamet. Terdapat
beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya dapat mendatangkan
berkah bagi para pengunjungnya
Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Kota Slawi, populer sebagai
objek wisata sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat
olah kanuragan dan olah batin. Dan airnya berkhasiat menyembuhkan
berbagai macam sakit kulit.
Malahan sangat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum
hawa. Hanya dengan berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda.
Oleh karenanya jangan heran bila lebih banyak pengunjung wanita
ketimbang pria.
Namun Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat
mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon dibalik gemuruhnya air
terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama
Naga Cerek.
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Walau royal memberi pesugihan bagi para peminta, namun permintaan Naga
Cerek terhitung sangat berat. Karena dia minta tumbal nyawa salah satu
anggota keluarga peminta berkah. Bisa saja dengan nyawa orang lain,
namun kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.
Juru kunci yang menjaga disana, dapat menyampaikan permintaan itu kepada
Naga Cerek dengan ritual-ritual tertentu. Dan itu pun harus dilakukan
malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Adapaun uba rampe yang harus
dipersiapkan diantaranya adalah, kembang(bunga-bungaan), kemenyan,
minyak wangi, dan tumpeng.
Ketika semuanya sudah tersedia, maka ritual bisa langsung digelar.
Kedatangan Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe
berbuih atau muncul gelembung-gelembung kecil. Lagian si juru kunci haus
sampai mengalami trance. Sesudah itu, peminta pesugihan dipersilakan
mandi air terjun Guci.
Tidak sedikit pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu yang
datang, bisa laki-laki maupun perempuan. Setelah ritual usai dijalani,
kemudian dilakukan kenduri sekadarnya.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Home » legenda » misteri » mistis » mitos » pesugihan » Mitos Gunung
Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
evolusi metafisik
Add Comment
legenda, misteri, mistis, mitos, pesugihan
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Infometafisik.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang
dikenal angker di Indonesia. Tidak sedikit mitos yang beredar di
masyarakat setempat tentang keangkeran Gunung yang satu ini. Gunung yang
mempunyai ketinggian 3428 mdpl merupakan gunung tertinggi ke dua di
Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Gunung Slamet memiliki medan pendakian yang cukup berat untuk dilalui.
Ketika ingin menuju puncak, para pendaki dapat melewati beberapa jalur
pendakian, antara lain adalah Jalur Baturaden, Jalur Bambangan, Jalur
Dukuhliwung dan Jalur Guci.
Gunung Slamet juga merupakan gunung berapi yang masih aktif. Pada
puncaknya terdapat kawah yang sangat luas dan besar. Segara Wedi(Dalam
bahasa jawa: Samudera/lautan pasir) itulah nama kawah tersebut. Pada
pinggiran kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih
aktif.
Puncak Surono
Gunung Slamet acapkali di cap sebagai salah satu gunung paling angker
oleh para pendakinya. Tidak sedikit mitos mengerikan yang berhubungan
dengan gunung yang satu ini.
Pucan Surono merupakan puncak tertinggi Gunung Slamet. Dari penuturan
warga sekitar, katanya dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama
Surono, dan pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena
terpeleset masuk ke jurang disana.
Guna menghormati serta mengenang kepergiannya, lalu namanya dijadikan
nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono(sesuai nama
pendaki itu). Ketika kita mendaki kesana, pada puncak Surono terdapat
sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.
Kerajaan Ghaib
Dari beberapa jalur pendakian, jalur Bambangan adalah jalur pendakian
Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki gunung. Karena
jalur pendakian Bambangan merupakan jalur yang paling singkat/pendek
dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
Saat kita mendaki gunung slamet dari jalur Bambangan maka kita akan
melewati sebuah tempat yang sangat sakral dan terkenal mistis. Dipercaya
bahwa tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan gaib di Gunung
Slamet. Pada tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang nampak seperti
pintu yang sangat besar.
Sesudah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Mitos yang
beredar, diyakini bahwa tempat ini adalah yang paling angker sepanjang
jalur pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 buah
kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.
Untuk para pendaki, sebaiknya jangan mendirikan tenda di tempat ini
karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib saat
bermalam di daerah Samarantu tersebut.
Makhluk Kerdil
Selain jalur Bambangan, beberapa mitos yang beredar di jalur pendakian
Guci pun tidak kalah seramnya. Kabar yang beredar di sekitar pelawangan
Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil(makhluk
kecil). Konon katanya mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Ia tersesat ketika mendaki gunung Slamet dan tak bisa kembali ke bawah.
Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya binatang
pemakan daun. Lalu seiring berjalannya waktu makhluk tersebut kehilangan
jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara
hewan/binatang.
Makhluk kecil ini ketakutan jika bertemu dengan pendak yang kebetulan
lewati. Tak jarang ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar
plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk
kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum
pendaki menyadarinya
Pada wilayah ini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air
yang bisa dikonsumi. Ketika kita ingin mengeluarkan air tersebut kita
perlu membawa menyan(kemenyan) kemudian dibakar dan diiringi dengan
mantra-mantra tertentu.
Para pencari pesugihan juga sering mendatangi Gunung slamet. Terdapat
beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya dapat mendatangkan
berkah bagi para pengunjungnya
Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Kota Slawi, populer sebagai
objek wisata sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat
olah kanuragan dan olah batin. Dan airnya berkhasiat menyembuhkan
berbagai macam sakit kulit.
Malahan sangat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum
hawa. Hanya dengan berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda.
Oleh karenanya jangan heran bila lebih banyak pengunjung wanita
ketimbang pria.
Namun Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat
mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon dibalik gemuruhnya air
terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama
Naga Cerek.
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Walau royal memberi pesugihan bagi para peminta, namun permintaan Naga
Cerek terhitung sangat berat. Karena dia minta tumbal nyawa salah satu
anggota keluarga peminta berkah. Bisa saja dengan nyawa orang lain,
namun kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.
Juru kunci yang menjaga disana, dapat menyampaikan permintaan itu kepada
Naga Cerek dengan ritual-ritual tertentu. Dan itu pun harus dilakukan
malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Adapaun uba rampe yang harus
dipersiapkan diantaranya adalah, kembang(bunga-bungaan), kemenyan,
minyak wangi, dan tumpeng.
Ketika semuanya sudah tersedia, maka ritual bisa langsung digelar.
Kedatangan Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe
berbuih atau muncul gelembung-gelembung kecil. Lagian si juru kunci haus
sampai mengalami trance. Sesudah itu, peminta pesugihan dipersilakan
mandi air terjun Guci.
Tidak sedikit pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu yang
datang, bisa laki-laki maupun perempuan. Setelah ritual usai dijalani,
kemudian dilakukan kenduri sekadarnya.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Home » legenda » misteri » mistis » mitos » pesugihan » Mitos Gunung
Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
evolusi metafisik
Add Comment
legenda, misteri, mistis, mitos, pesugihan
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Infometafisik.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang
dikenal angker di Indonesia. Tidak sedikit mitos yang beredar di
masyarakat setempat tentang keangkeran Gunung yang satu ini. Gunung yang
mempunyai ketinggian 3428 mdpl merupakan gunung tertinggi ke dua di
Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Gunung Slamet memiliki medan pendakian yang cukup berat untuk dilalui.
Ketika ingin menuju puncak, para pendaki dapat melewati beberapa jalur
pendakian, antara lain adalah Jalur Baturaden, Jalur Bambangan, Jalur
Dukuhliwung dan Jalur Guci.
Gunung Slamet juga merupakan gunung berapi yang masih aktif. Pada
puncaknya terdapat kawah yang sangat luas dan besar. Segara Wedi(Dalam
bahasa jawa: Samudera/lautan pasir) itulah nama kawah tersebut. Pada
pinggiran kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih
aktif.
Puncak Surono
Gunung Slamet acapkali di cap sebagai salah satu gunung paling angker
oleh para pendakinya. Tidak sedikit mitos mengerikan yang berhubungan
dengan gunung yang satu ini.
Pucan Surono merupakan puncak tertinggi Gunung Slamet. Dari penuturan
warga sekitar, katanya dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama
Surono, dan pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena
terpeleset masuk ke jurang disana.
Guna menghormati serta mengenang kepergiannya, lalu namanya dijadikan
nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono(sesuai nama
pendaki itu). Ketika kita mendaki kesana, pada puncak Surono terdapat
sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.
Kerajaan Ghaib
Dari beberapa jalur pendakian, jalur Bambangan adalah jalur pendakian
Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki gunung. Karena
jalur pendakian Bambangan merupakan jalur yang paling singkat/pendek
dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
Saat kita mendaki gunung slamet dari jalur Bambangan maka kita akan
melewati sebuah tempat yang sangat sakral dan terkenal mistis. Dipercaya
bahwa tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan gaib di Gunung
Slamet. Pada tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang nampak seperti
pintu yang sangat besar.
Sesudah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Mitos yang
beredar, diyakini bahwa tempat ini adalah yang paling angker sepanjang
jalur pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 buah
kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.
Untuk para pendaki, sebaiknya jangan mendirikan tenda di tempat ini
karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib saat
bermalam di daerah Samarantu tersebut.
Makhluk Kerdil
Selain jalur Bambangan, beberapa mitos yang beredar di jalur pendakian
Guci pun tidak kalah seramnya. Kabar yang beredar di sekitar pelawangan
Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil(makhluk
kecil). Konon katanya mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Ia tersesat ketika mendaki gunung Slamet dan tak bisa kembali ke bawah.
Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya binatang
pemakan daun. Lalu seiring berjalannya waktu makhluk tersebut kehilangan
jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara
hewan/binatang.
Makhluk kecil ini ketakutan jika bertemu dengan pendak yang kebetulan
lewati. Tak jarang ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar
plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk
kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum
pendaki menyadarinya
Pada wilayah ini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air
yang bisa dikonsumi. Ketika kita ingin mengeluarkan air tersebut kita
perlu membawa menyan(kemenyan) kemudian dibakar dan diiringi dengan
mantra-mantra tertentu.
Para pencari pesugihan juga sering mendatangi Gunung slamet. Terdapat
beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya dapat mendatangkan
berkah bagi para pengunjungnya
Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Kota Slawi, populer sebagai
objek wisata sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat
olah kanuragan dan olah batin. Dan airnya berkhasiat menyembuhkan
berbagai macam sakit kulit.
Malahan sangat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum
hawa. Hanya dengan berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda.
Oleh karenanya jangan heran bila lebih banyak pengunjung wanita
ketimbang pria.
Namun Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat
mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon dibalik gemuruhnya air
terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama
Naga Cerek.
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Walau royal memberi pesugihan bagi para peminta, namun permintaan Naga
Cerek terhitung sangat berat. Karena dia minta tumbal nyawa salah satu
anggota keluarga peminta berkah. Bisa saja dengan nyawa orang lain,
namun kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.
Juru kunci yang menjaga disana, dapat menyampaikan permintaan itu kepada
Naga Cerek dengan ritual-ritual tertentu. Dan itu pun harus dilakukan
malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Adapaun uba rampe yang harus
dipersiapkan diantaranya adalah, kembang(bunga-bungaan), kemenyan,
minyak wangi, dan tumpeng.
Ketika semuanya sudah tersedia, maka ritual bisa langsung digelar.
Kedatangan Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe
berbuih atau muncul gelembung-gelembung kecil. Lagian si juru kunci haus
sampai mengalami trance. Sesudah itu, peminta pesugihan dipersilakan
mandi air terjun Guci.
Tidak sedikit pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu yang
datang, bisa laki-laki maupun perempuan. Setelah ritual usai dijalani,
kemudian dilakukan kenduri sekadarnya.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Home » legenda » misteri » mistis » mitos » pesugihan » Mitos Gunung
Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
evolusi metafisik
Add Comment
legenda, misteri, mistis, mitos, pesugihan
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Infometafisik.com - Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang
dikenal angker di Indonesia. Tidak sedikit mitos yang beredar di
masyarakat setempat tentang keangkeran Gunung yang satu ini. Gunung yang
mempunyai ketinggian 3428 mdpl merupakan gunung tertinggi ke dua di
Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.
Gunung Slamet memiliki medan pendakian yang cukup berat untuk dilalui.
Ketika ingin menuju puncak, para pendaki dapat melewati beberapa jalur
pendakian, antara lain adalah Jalur Baturaden, Jalur Bambangan, Jalur
Dukuhliwung dan Jalur Guci.
Gunung Slamet juga merupakan gunung berapi yang masih aktif. Pada
puncaknya terdapat kawah yang sangat luas dan besar. Segara Wedi(Dalam
bahasa jawa: Samudera/lautan pasir) itulah nama kawah tersebut. Pada
pinggiran kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih
aktif.
Puncak Surono
Gunung Slamet acapkali di cap sebagai salah satu gunung paling angker
oleh para pendakinya. Tidak sedikit mitos mengerikan yang berhubungan
dengan gunung yang satu ini.
Pucan Surono merupakan puncak tertinggi Gunung Slamet. Dari penuturan
warga sekitar, katanya dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama
Surono, dan pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena
terpeleset masuk ke jurang disana.
Guna menghormati serta mengenang kepergiannya, lalu namanya dijadikan
nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono(sesuai nama
pendaki itu). Ketika kita mendaki kesana, pada puncak Surono terdapat
sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.
Kerajaan Ghaib
Dari beberapa jalur pendakian, jalur Bambangan adalah jalur pendakian
Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki gunung. Karena
jalur pendakian Bambangan merupakan jalur yang paling singkat/pendek
dibandingkan dengan jalur pendakian lain.
Saat kita mendaki gunung slamet dari jalur Bambangan maka kita akan
melewati sebuah tempat yang sangat sakral dan terkenal mistis. Dipercaya
bahwa tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan gaib di Gunung
Slamet. Pada tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang nampak seperti
pintu yang sangat besar.
Sesudah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Mitos yang
beredar, diyakini bahwa tempat ini adalah yang paling angker sepanjang
jalur pendakian Bambangan. Nama Samarantu sendiri berasal dari 2 buah
kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.
Untuk para pendaki, sebaiknya jangan mendirikan tenda di tempat ini
karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk gaib saat
bermalam di daerah Samarantu tersebut.
Makhluk Kerdil
Selain jalur Bambangan, beberapa mitos yang beredar di jalur pendakian
Guci pun tidak kalah seramnya. Kabar yang beredar di sekitar pelawangan
Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil(makhluk
kecil). Konon katanya mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia.
Ia tersesat ketika mendaki gunung Slamet dan tak bisa kembali ke bawah.
Ia mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya binatang
pemakan daun. Lalu seiring berjalannya waktu makhluk tersebut kehilangan
jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara
hewan/binatang.
Makhluk kecil ini ketakutan jika bertemu dengan pendak yang kebetulan
lewati. Tak jarang ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar
plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda mereka, maka makhluk
kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan menghilang sebelum
pendaki menyadarinya
Pada wilayah ini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air
yang bisa dikonsumi. Ketika kita ingin mengeluarkan air tersebut kita
perlu membawa menyan(kemenyan) kemudian dibakar dan diiringi dengan
mantra-mantra tertentu.
Para pencari pesugihan juga sering mendatangi Gunung slamet. Terdapat
beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya dapat mendatangkan
berkah bagi para pengunjungnya
Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Kota Slawi, populer sebagai
objek wisata sejuk nan asri. Banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat
olah kanuragan dan olah batin. Dan airnya berkhasiat menyembuhkan
berbagai macam sakit kulit.
Malahan sangat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual kaum
hawa. Hanya dengan berendam disana, organ sex wanita bisa kembali muda.
Oleh karenanya jangan heran bila lebih banyak pengunjung wanita
ketimbang pria.
Namun Air Terjun Guci juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat
mencari pesugihan atau ngalap berkah. Konon dibalik gemuruhnya air
terjun Guci yang indah, diyakini sebagai sarang siluman naga bernama
Naga Cerek.
Mitos Gunung Slamet dan Ritual Pesugihan Naga Cerek
Walau royal memberi pesugihan bagi para peminta, namun permintaan Naga
Cerek terhitung sangat berat. Karena dia minta tumbal nyawa salah satu
anggota keluarga peminta berkah. Bisa saja dengan nyawa orang lain,
namun kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.
Juru kunci yang menjaga disana, dapat menyampaikan permintaan itu kepada
Naga Cerek dengan ritual-ritual tertentu. Dan itu pun harus dilakukan
malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Adapaun uba rampe yang harus
dipersiapkan diantaranya adalah, kembang(bunga-bungaan), kemenyan,
minyak wangi, dan tumpeng.
Ketika semuanya sudah tersedia, maka ritual bisa langsung digelar.
Kedatangan Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe
berbuih atau muncul gelembung-gelembung kecil. Lagian si juru kunci haus
sampai mengalami trance. Sesudah itu, peminta pesugihan dipersilakan
mandi air terjun Guci.
Tidak sedikit pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu yang
datang, bisa laki-laki maupun perempuan. Setelah ritual usai dijalani,
kemudian dilakukan kenduri sekadarnya.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
Source: http://www.infometafisik.com/2014/03/mitos-gunung-slamet-dan-ritual.html
Disalin dari WWW.INFOMETAFISIK.COM | konten ini memiliki hak cipta.
06.47
Unknown
0 komentar :
Posting Komentar